Jenis-jenis Lampu dan aksesoris Motor/Mobil Yang Bisa Kena Tilang

Menambah atau mengganti aksesoris pada kendaraan roda dua maupun roda empat adalah hal yang lazim, tapi jangan lupa perhatikan juga peraturan yang ditetapkan pemerintah agar tidak kena tilang gan, karena dapat membahayan orang lain dijalang.

Sekarang ini banyak sekali jenis aksesoris motor atau mobil yang digunakan tapi melanggar aturan sehingga kamu bisa ditilang oleh pak pol kalau kedapan saat ada razia di jalan.

Salah satunya adalah penggunaan lampu yang tidak sesuai standar sehingga dapat menyilaukan pengendara lain yang datang dari arah berlawanan dan dapat mengakibatkan orang lain tidak bisa melihat dengan jelas kedepan. 


Berikut adalah jenis-jenis lampu yang bisa kena tilang :

1. Lampi HID (High Intensity Discharge)
Lampu HID ini biasa dipasang pada mobil-mobil pribadi seperti Avanza, Inova, Fortune dan lain sebagainya. Tujuan penggunaan lampu ini adalah untuk lebih terang jika berkendarai pada malam hari. Pengemudi memang sangat nyaman karena bisa melihat lebih terang kedepan, tapi pengemudi lain yang datang dari arah depan sangat terganggu karena insitas cahaya yang dihasilkan oleh lampu HID sangat terang dan silau serta cahaya dari lampu ini juga mengarah ke atas dan melebar.

Penggunaan lampu HID untuk mobil dapat ditilang gan, berikut pasalnya : 
Dalam Pasal 24 PP No. 55 Tahun 2012 disebutkan lampu utama dekat & lampu utama jauh selain sepeda motor harus memenuhi persyaratan sbb:
a. Berjumlah 2 (dua) buah atau kelipatannya;–
b. Dipasang pada bagian depan kendaraan bermotor;–
c. Dipasang pada ketinggian tidak melebihi 1.500mm dari permukaan jalan dan tidak melebihi 400mm dari sisi bagian terluar kendaraan; dan–
d. Dapat memancarkan cahaya paling sedikit 40 M ke arah depan untuk lampu utama dekat dan 100 M ke arah depan untuk lampu utama jauh.
Nah, kalau kamu menggunakan lampu HID tentu cahaya yang dihasilkan akan lebih jauh dan melebihi batas standar yang ditentukan dalam pasal di atas. Jika melanggar pasal tersebut diatas maka siap-siaplah kena tilang.

2.Lampu  Projie
Nah, bukan hanya lampu HID saja yang melanggar undang lalu lintas, tapi juga lampu projie yang lagi maraknya di pakai para pengguna motor selama ini. Para pengguna sepeda motor memakai lampu projie ini hanya ingin terlihat keren sob tapi dibalik itu ada undang-undang yang dilanggar karena dapat menggangu kenyaman pengendara yang lain.

Apa lagi yang nyalanya dengan sangat-sangat terang dan ada yang berkedap-kedip menembak kedepan, sungguh sangat terganggu dan membahayakan orang lain gan. Selain itu ada yang lebih berbahaya lagi, yang memakai lampu warna merah kedepan dan warna putih atau kuning terang kedepa.

Berikut adalah undang-undang mengenai larangan penggunaan lampu projie
UU No.22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Dalam pasal 48 ayat 1 dijelaskan bahwa setiap ranmor (kendaraan bemotor) yang dioperasikan di jalan harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.
Dijelaskan lebih lanjut pada pasal 48 ayat 3 bahwa persyaratan laik jalan ditentukan oleh kinerja minimal kendaraan, yang dalam huruf “g” memuat tentang daya pancar dan arah sinar lampu utama.

Kemudian dijelaskan juga pada pasal 58 bahwa setiap ranmor yang dioperasikan di jalan DILARANG memasang perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas.

Nah dari pasal diatas terlihat bahwa pemakaian aksesoris pada kendaraan yang dapat membahayakan pengguna jalan lain akan ditilang oleh pak pol gan.

3. Lampu rotator
Lampu ini hanya boleh digunakan oleh kendaraan tertentu saja gan, seperti kendaraan milik pemerintah, misalnya mobil ambulan, mobil pemadam kebakaran, mobil patrol jalan raya, mobil tim SAR (search and Rescue) dan mobil pengawal pejabat Negara.

Jangan sekali-kali kamu pake lampu rotator pada kendaraan pribadi milik agan karena dapat ditilang. Karena lampu tersebut hanya diperbolehkan kepada lembaga tertentu saja untuk digunakan dalam keadaan darurat.

Misalnya nih untuk ambulan, mereka akan menyalakan lampu rotator ketika membawa orang yang butuh pertolongan dokter secara mendadak. Agar pengguna jalan lain mengetahui bahwa dalam mobil ambulan tersebut ada orang sakit dan yang sedang membutuhkankan pertolongan sehingga para pengguna jalan memberikan ruang jalan kepada ambulan tersebut.

Begitu juga dengan mobil-mobil lainnya yang menggunakan lampu rotator. Pasal yang menyatakan tentang larangan penggunaan lampu rotator adalah Unda-undang No. 22 Tahun 2009 pasal 59

0 Response to "Jenis-jenis Lampu dan aksesoris Motor/Mobil Yang Bisa Kena Tilang"

Post a Comment