Jangan Sepelekan Masalah Utang, Ini Penjelasan Panjang Lebar Dalam Al-Quran Tentang Masalah Hutang

Siapapun pernah minta tolong baik sama teman maupun sama orang lain, ketika orang memberi pertolongan dalam bentuk peminjaman uang maka mereka sudah sangat berjasa dengan Anda. Jangan pernah khianati orang yang memberikan pertolongan kepada Anda dengan cara menepati janjinya kapan jatuh Tempo hutang harus dibayar.

Hutang itu wajib dibayar walaupun tidak di tagih, bayarlah hutang tepat waktu walaupun Anda berhutang sama saudara maupun sahabat dekat, dengan cara membayarnya tepat waktu maka jika suatu saat Anda butuh pinjaman lagi Anda pun masih berani memintanya.

Dosa tidak membayar hutang

Dalam Al Quran Allah SWT menjelaskan panjang lebar masalah hutang, artinya kita tidak bisa main-main dengan hutang. Berikut surat dalam Al quran yang menjelaskan tentang utang piutang
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang-piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Janganlah penulis menolak untuk menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya, maka hendaklah dia menuliskan. Dan hendaklah orang yang berutang itu mendiktekan, dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya, dan janganlah dia mengurangi sedikit pun dari padanya. Jika yang berutang itu orang yang kurang akalnya atau lemah (keadaannya), atau tidak mampu mendiktekan sendiri, maka hendaklah walinya mendiktekannya dengan benar. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi laki-laki di antara kamu. Jika tidak ada (saksi) dua orang laki-laki, maka (boleh) seorang laki-laki dan dua orang perempuan di antara orang-orang yang kamu sukai dari para saksi (yang ada), agar jika yang seorang lupa maka yang seorang lagi mengingatkannya. Dan janganlah saksi-saksi itu menolak apabila dipanggil. Dan janganlah kamu bosan menuliskannya, untuk batas waktunya baik (utang itu) kecil maupun besar. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah, lebih dapat menguatkan kesaksian, dan lebih mendekatkan kamu kepada ketidakraguan, kecuali jika hal itu merupakan perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu jika kamu tidak menuliskannya. Dan ambillah saksi apabila kamu berjual-beli, dan janganlah penulis dipersulit dan begitu juga saksi. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sungguh, hal itu suatu kefasikan pada kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. Al-Baqarah: Ayat 282)
Dari diatas dapat kita lihat bahwa hutang adalah masalah yang serius dan tidak boleh disepelekan dalam membayarnya membuat janji akan membayar besok lusa besok lusa.

Karena hutang, orang bisa bertengkar. Karena hutang juga bisa meruntuhkan tali persahabatan, maka jangan sampai kita mempunyai sikap tidak bertanggung jawab dalam membayar hutang.
"Jiwa seseorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya". Hadist riwayat Tarmidi.
Ada yang lebih parah lagi, berhutang hanya untuk membeli barang-barang di anggap kurang perlu untuk sekedar ikutan model. Alangkah baiknya menyesuaikan gaya dengan uang yang masuk dan tidak usah terlalu memaksa untuk membelinya jika harus dengan berhutang. Ingat sobat. Hidup tenang tanpa hutang.
“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih).
Jangan main-main sobat dengan hutang, sekecil apapun hutang tetap harus dibayar jika sudah jatuh tempo, bayarlah hutangmu sebelum ajal menjemput. Dan jangan lah berhutang jika tidak terlalu membutuhkan.

Walaupun kita akan miskin denga membayar hutang jauh lebih baik ketimbang mati dalam keadaan berhutang.

0 Response to "Jangan Sepelekan Masalah Utang, Ini Penjelasan Panjang Lebar Dalam Al-Quran Tentang Masalah Hutang"

Post a Comment