8 Etika Resign Dari Pekerjaan Agar Meninggalkan Kesan Yang Positif

Jika sudah saatnya kamu angkat kaki dari pekerjaan karena ingin lompat ke perusahaan lain maka ada etika yang harus diterapterapkan. Resign dengan cara mendadak dan tidak sesuai prosedur membuat pihak perusahaan tidak mau memenuhi hak kamu sebagai pekerja.

Setiap perusahaan menerapkan tata cara resign yang berbeda-beda, mengikuti cara yang diterapkan perusahaan lebih baik ketimbang kamu memakai caramu sendiri.

Berikut 10 etika resign yang perlu kamu perhatikan agar meninggalkan kesan positif  :



1. Berpikir samapai matang
Jangan pernah keluar dari pekerjaan karena sebuah emosi, pikir dulu baik-baik apakah kamu sudah siap untuk resign. Jangan hanya karena ada masalah sepele dengan atasan kamu langsung membuat keputusan. 

Pikir lebih matang disaat pikiranmu sudah tenang. Kamu boleh saja resign jika ada pekerjaan lain yang lebih baik menanti dan bukan resign karena masalah kecil yang bisa dibicarakan baik-baik.

2. Ajukan surat pengunduran diri lebih awal
Dalam hal mengajukan surat pengunduran diri, kamu bisa mengajukannya minimal sebelum sebelum tanggal resign. Jika kamu akan resign tanggal 10 bulan Mei maka kamu harus mengajukan surat minimal tanggal 10 bulan April, artinya dari bulan April ke bulan Mei ada tenggang waktu selama satu bulan.

Aturan ini sepertinya berlaku di semua perusahaan, alasannya biar perusahaan punya waktu untuk mencari karyawan pengganti untuk mengisi posisi orang yang resign, selain itu juga biar perusahaan punya waktu untuk membuat hitungan-hitungan uang yang akan kamu terima seperti uang pesangon dan lain sebagainya.

Nah jika kamu resign tiba-tiba maka bos kamu akan bingung dan kesal karena beban pekerja yang kamu pegang selama ini tidak ada lagi yang mengerjakannya. Kamu juga tidak dapat uang pesangon jika kamu resign tidak sesuai prosedur yang ditetapkan perusahaan.

Selain tidak mendapat uang pesangon, sebagian perusahaan ada yang menerapkan sanksi lain seperti tidak memberikan surat pengalaman kerja dan juga tidak mau mengurus surat keterangan resign ke Disnaker sehingga kamu tidak bisa mengklaim saldo JHT ke BPJS Ketenagakerjaan.

3. Berikan alasan resign yang dapat diterima oleh atasan kamu
Untuk menjaga kesan positif dengan perusahaan, jangan pernah memberikan alasan yang tidak bisa diterima oleh bosmu walaupun memang seperti itu yang kamu rasakan.

Contoh, misalnya kamu resign karena bosmu galak dan kejam, sebaiknya jangan kamu ungkapkan hal itu sebagai alasan kamu undur diri, carilah alasan lain yang enak di dengar. Toh walaupun bos kamu galak di perusahaan belum tentu galak diluar perusahaan, kamu tetap menjalin komunikasi suatu saat nanti walau sudah bekerja di tempat lain.

4. Tetap bekera seperti biasa walaupun sebulan lagi kamu akan hengkang dari pekerjaan
Tidak ada alasan untuk malas-malasan dan menunda pekerjaan, kamu tetap profesional dan bekerja seperti biasa dan munculkan kesan bahwa kamu adalah orang yang bertanggung jawab.

Dokumen-dokumen penting dan peralatan kerja agar diatur dengan baik agar tidak membingungkan orang lain yang akan menggantikan posisimu nanti. Jika kamu meninggalkan kesan positif maka kamu pun masih berani datang lagi perusahaan itu kalau suatu saat kamu perlukan.

5. Pisahkan antar barang pribadi dengan milik perusahaan.
Jika ada barang milikmu dikantor seperti laptop dan lain sebagainya agar dipisahkan agar tidak lagi bercampur baur dengan barang perusahaan. Begitu juga dengan file di komputer seperti file musik maupun video yang ada di komputer kantor.

6. Jaga pembicaraan
Walaupun kamu kurang menyenangkan dengan lingkungan perusahaan karena rekan kerja yang tidak cocok atau atasan yang jengkel, lebih baik kamu tidak menceritakannya dulu kepada siapapun. Menjaga pembicaraan agar tidak heboh itu lebih bijaksana, dan juga jaga statusmu di media sosial agar tidak memposting sesuatu tentang kamu resign.

7. Jaga rahasia perusahaan
Rahasia apapun yang kamu pegang selama kamu bekerja simpanlah dengan baik, jangan membicaran rahasia perusahaan kepada orang lain karena takut suatu saat nanti bisa disalahgunakan.

8. Pamit kepada semua rekan
Tetap jalin hubungan dengan meninggalkan kesan positif dengan cara pamit kepada rekan kerja. Saat kamu sudah diluar dan bekerja di tempat lain kamu masih menjadi teman mereka dan saling tegur sapa.

itulah cara resign yang baik dari perusahaan agar meninggalkan kesan yang baik sehingga kamu tetap dikenang oleh rekan kerja maupun atasan.

0 Response to "8 Etika Resign Dari Pekerjaan Agar Meninggalkan Kesan Yang Positif"

Post a Comment